Berita Terkini

Parmas Insight Chapter #5: Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Partisipasi Politik Pilkada

Kota Bekasi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi kembali mengikuti kegiatan Parmas Insight Chapter #5 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Barat secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (06/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari seri Parmas Insight yang rutin digelar untuk memperkuat kapasitas, jejaring, dan kolaborasi antar satuan kerja di lingkungan KPU se-Jawa Barat.

Pada edisi kali ini, tema yang diangkat adalah “Perempuan dan Partisipasi Politik dalam Pilkada (Ruang Partisipasi dan Kepemimpinan Perempuan)”, sebuah isu strategis yang relevan dalam menjaga integritas demokrasi pasca Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. Tema ini menjadi refleksi sekaligus dorongan untuk terus memperluas ruang partisipasi perempuan dalam proses politik lokal.

Mewakili KPU Kota Bekasi, hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Afif Fauzi, serta Kasubbag Partisipasi, Hubungan Masyarakat, dan SDM Mydita Puspa Ayu.

Kegiatan dibuka oleh Hedi Ardia, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat. Dalam pengantarnya, Hedi menegaskan bahwa Parmas Insight merupakan wadah strategis untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik baik antar satuan kerja. Ia menekankan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik bukan hanya soal angka keterwakilan, tetapi juga menyangkut aspek keadilan, kesetaraan, dan kualitas demokrasi di tingkat lokal.

Sambutan juga disampaikan oleh Eko Siswantoro, Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat, yang mendorong seluruh satuan kerja untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam setiap program kepemiluan. Menurutnya, kreativitas dan konsistensi menjadi kunci agar pesan-pesan pendidikan pemilih, khususnya yang menyasar kelompok perempuan, dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilihan kepala daerah mendatang.

Sesi diskusi dipandu oleh Fahmi Kamal, Kepala Subbagian Parhumas Sekretariat KPU Provinsi Jawa Barat, dan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Rikeu Rahayu (Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Garut) dan Darma Djufri (Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kota Bogor).

Dalam paparannya, Rikeu Rahayu menyoroti pentingnya peningkatan keterwakilan perempuan dalam politik, baik sebagai pemilih, calon, maupun penyelenggara pemilu. Ia menyebut bahwa meskipun partisipasi pemilih perempuan di Kabupaten Garut lebih tinggi dari laki-laki, jumlah perempuan yang duduk di kursi legislatif masih belum mencapai sepertiga dari total anggota DPRD. “Partisipasi perempuan harus diperkuat tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga dalam posisi pengambil keputusan dan penyelenggara pemilu. Strategi seperti Sekolah Demokrasi Perempuan dan Forum Demokrasi Perempuan perlu terus dikembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Darma Djufri menegaskan bahwa semangat kesetaraan gender dalam politik sejalan dengan perjuangan perempuan masa kini yang menuntut akses setara dalam pendidikan, pekerjaan, dan kepemimpinan publik. Ia menyampaikan bahwa partisipasi pemilih perempuan di Pilkada Kota Bogor 2024 mencapai 68,92% dari total pemilih yang menggunakan hak pilihnya, menunjukkan potensi besar yang perlu terus dioptimalkan.

Melalui kegiatan Parmas Insight Chapter #5 ini, KPU Kota Bekasi bersama seluruh KPU di Jawa Barat diharapkan semakin memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan penyelenggaraan pemilu dan pilkada yang inklusif, partisipatif, serta sensitif terhadap isu keadilan dan kesetaraan gender. (humas kpu kota bekasi)

#KPUMelayani

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 175 kali